pmikabtegal.or.id, Warga 12 desa di Kabupaten Tegal sampai hari ini masih mengalami kekeringan. Padahal hujan sudah mulai turun mengguyur wilayah Kabupaten Tegal.
12 desa di Kabupaten Tegal yang masih kekeringan itu tersebar di 6 kecamatan. Warga masih terus membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal mencatat hingga, Selasa 30 September 2025, pukul 14.30 WIB, sudah 48 hari menyalurkan bantuan air bersih.
Sebanyak 860 ribu liter air atau setara 148 tangki digelontorkan ke 12 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Tegal yang mengalami kekeringan.
Jumlah penerima bantuan air bersih, tercatat mencapai 58.417 jiwa dari 14.133 kepala keluarga (KK).
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, mengatakan distribusi ini dilakukan hampir setiap hari karena kondisi warga sudah sangat mendesak.
“Air bersih jadi kebutuhan pokok. Banyak warga yang sumurnya kering total. Mereka sangat berharap ada solusi permanen seperti jaringan PDAM,” ungkap Iman, Rabu, 1 Oktober 2025.
12 Desa Kekeringan di Kabupaten Tegal
Berikut daftar 12 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Tegal yang masih mengalami kekeringan hingga saat ini:
Kecamatan Kedung Banteng
- Desa Penujah
- Desa Tonggara
- Desa Karangmalang
Kecamatan Lebaksiu
- Desa Timbangreja
- Desa Lebaksiu Kidul
- Desa Lebaksiu Lor
Kecamatan Balapulang
- Desa Danawarih
- Desa Wringinjenggot
- Desa Sesepan
Kecamatan Suradadi
- Desa Purwahamba
Kecamatan Pangkah
- Desa Dermasuci
Kecamatan Jatinegara
- Desa Lembahsari
Iman merinci bantuan air bersih yang digelontorkan PMI untuk warga di Kecamatan Kedungbanteng mendapat 12 tangki untuk 3 desa (Penujah, Tonggara, Karangmalang).
Kecamatan Lebaksiu menjadi penerima terbesar, 95 tangki untuk 3 desa (Timbangreja, Lebaksiu Kidul, Lebaksiu Lor).
Disusul Balapulang 27 tangki (Danawarih, Wringinjenggot, Sesepan). Kemudian Suradadi 6 tangki (Purwahamba), Pangkah 7 tangki (Dermasuci), dan Jatinegara 1 tangki (Lembahsari).





