pmikabtegal.or.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal Kaharudin mengimbau masyarakat untuk waspada di masa peralihan musim. Di masa pancaroba ini, bisa tiba-tiba terjadi hujan sangat deras yang berpotensi terjadi angin putting beliung dan angin kencang.
Kaharudin menyebutkan, untuk wilayah Kabupaten Tegal musim hujan diprakirakan mulai Oktober dasarian III yakni di wilayah Barat Laut. Kemudian wilayah Timur Laut mulai November dasarian I, disusul bagian tengah pada November dasarian III, wilayah Barat November dasarian III. Sementara untuk bagian Tenggara akan terjadi musim hujan sepanjang tahun 2025 atau tidak ada musim kemarau.
Terkait turun hujan di sejumlah daerah, kata Kaharudin , karena di beberapa daerah memang sudah mulai memasuki musim penghujan, dan ada yang disebabkan oleh fenomena gelombang atmosfer Rossby. Fenomena ini berpotensi hujan tinggi , seperti terjadi di beberapa daerah.
“Rata-rata di wilayah Kabupaten Tegal terjadi di Oktober dasarian III atau akhir Oktober. Memang sudah ada sebagian yang sudah duluan di bulan September dasarian I. Di bulan Oktober, November dan Desember masih potensi hujan intensitas tinggi , disamping suhu laut di wilayah Indonesia masih hangat dan gangguan gelombang atmosfer Rossby .
Adapun puncak penghujan pada Januari dan Februari mendatang,”jelasnnya saat menghadiri rapat koordinasi penanggulangan bencana kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyampaikan, sesuai kondisi geografis Tegal yang terdiri dari pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan membuat wilayah ini rentan terhadap banjir maupun tanah longsor.
“Dampaknya bisa luas, mulai dari terhentinya aktivitas masyarakat, kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, bahkan korban jiwa. Karena itu, kesiapsiagaan lintas sektor mutlak dibutuhkan,” tegas Iman.
Iman menuturkan, untuk kesiapsiagaan terhadap bencana, PMI melaksanakan rapat koordinasi yang diikuti stakeholder, relawan PMI dari tiap kecamatan.
Iman menyebutkan sejumlah wilayah yang rawan banjir diantaranya Tembok Banjaran, Balapulang, Kemuning Kramat. Sementara tanah longsor dan tanah bergerak di Desa Tonggara, Kedungbanteng, Bumijawa, Bojong , Jatinegara, Margasari .
“PMI Kabupaten Tegal telah menyiapkan sarana prasarana yang dimiliki, seperti perahu karet . PMI juga menyiapkan logistik, dan siap membuka dapur umum ketika terjadi bencana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto menyebutkan, rakor ini menjadi implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan sekaligus tindak lanjut temu teknis PMI se-Jawa Tengah.
“Tujuannya untuk meningkatkan sinergisitas pelayanan penanggulangan bencana, memperkuat koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana serta menyamakan langkah-langkah kesiapsiagaan, respon cepat serta sistem komando penanganan darurat bencana,”ujarnya. (**)





